Keamanan siber Studi kasus

Sistem Internal Terbuka dari Internet

Akses jarak jauh yang dibuka untuk vendor tidak pernah ditutup kembali. Remote desktop dan panel basis data bisa dijangkau siapa saja dari internet.

Ini contoh ilustrasi berdasarkan situasi yang umum terjadi, bukan laporan proyek klien yang disebut namanya.

Aplikasi internal, panel basis data, atau remote desktop dipasang supaya vendor bisa membantu dari luar. Pemasangannya cepat. Yang tertinggal adalah batasannya: siapa yang boleh masuk, dari jaringan mana, dan apakah pintu itu masih dibutuhkan setelah proyek selesai.

Beberapa bulan kemudian pintu itu tetap terbuka. Niat awalnya bukan untuk membahayakan perusahaan. Risikonya muncul karena internet bisa menemukan pintu yang tidak dijaga.

Yang dikerjakan

Kami catat layanan yang menjawab dari luar kantor. Pertanyaannya praktis: pintu jaringan mana yang sengaja dibuka, untuk siapa, dan kapan terakhir dipakai.

Yang masih dibutuhkan dipindahkan ke jalur yang ada penggunanya. VPN atau akses per akun, bukan satu kata sandi yang dibagi di grup chat. Yang tidak dipakai ditutup. Catatan perubahannya disimpan, supaya bulan depan ada yang ingat mengapa pintu itu ditutup.

Pembaruan sistem yang tertunda ikut dilihat. Pintu yang sudah ditutup tidak banyak gunanya bila perangkat di dalamnya masih memakai versi yang sudah lama diketahui bermasalah.

Yang berubah

Daftar layanan yang menghadap internet menjadi pendek dan ada pemiliknya. Vendor baru tidak lagi menerima password admin di pesan singkat tanpa akun sendiri. Tim IT bisa menjawab, dalam satu halaman, apa saja yang boleh dijangkau dari luar kantor.

Yang bisa Anda minta dari tim

Minta daftar layanan yang bisa dibuka tanpa berada di jaringan kantor. Kalau daftarnya tidak ada, itu sendiri jawabannya. Mulai dari remote desktop, panel basis data, dan aplikasi yang dipasang “sementara” tahun lalu.

Bacaan yang terkait: akun masih aktif setelah karyawan keluar. Kalau yang ingin Anda rapikan adalah batas akses ini, ceritakan kondisinya lewat formulir.